Fungsi: Teori Unsur Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Kata “kebudayaan” berasal dari kata Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal ( Koentjaraningrat, 2000). Dalam bahasa asing, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Kebudayaan juga dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai kultur dalam bahasa Indonesia (Mujianto, Elmubarok & Sunahrowi, 2010).

Pengertian Kebudayaan

Menurut Basrowi mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semua tersusun dalam kehidupan masyarakat (2005).

Baca Juga: Tembang Dolanan

Sesuai dengan pernyataan Rustinsyah (mengutip simpulan Geertz,
1992) bahwa culture is a historically transmitted meanings embodied in symbols, a inherited conceptions system expressed in symbolic forms by which humans communicate, preserve and develop their knowledge and attitudes about life and attitude towards life (kebudayaan adalah makna historis yang ditransmisikan dalam wujud simbol-simbol, sebagai suatu sistem konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik dimana manusia berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan dan sikap tentang kehidupan dan sikapnya terhadap kehidupan) (2012: 61).

Kebudayaan merupakan pengetahuan yang diyakini kebenarannya
oleh manusia serta mencakup perasaan-perasaan dan emosi-emosi manusia yang menjadi sumber bagi sistem penilaian sesuatu yang baik dan buruk, sesuatu yang berharga atau tidak, sesuatu yang bersih atau kotor, dan sebagainya (Mujianto, dkk., 2010). Lebih lanjut sesuai dengan pernyataan Supardi (mengutip simpulan Kayam, tanpa tahun) menyebutkan bahwa kebudayaan adalah suatu proses antara sistem-sistem dalam masyarakat di mana manusia sebagai anggota masyarakat akan selalu terlibat dalam proses pembangunan sosok kebudayaan (2007: 13-14).

Rustopo berpendapat “Dalam arti sempit kebudayaan sering diartikan sebagai kesenian” (2007: 27). Sesuai dengan pernyataan Daeng (mengutip simpulan King, 1987) bahwa kebudayaan sebagai upaya masyarakat untuk terus menerus menjawab semua tantangan yang dihadapkan kepadanya dengan menciptakan berbagai prasarana dan sarana, pada intinya proses terus-menerus menyimak kadar dinamika dari sistem nilai dan sistem kepercayaan yang mapan dalam masyarakat (2000: 45).

Menurut pernyataan Soekanto (mengutip simpulan Soemardjan dan Soemadi, 1964) menyatakan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan pada keperluan masyarakat (2006: 189).

Kebudayaan mempunyai pengertian yang beraneka ragam. Menurut
Basrowi (mengutip simpulan Syani, 2002) mengartikan kebudayaan sebagai hal yang kompleks mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaa yang didapatkan oleh manusia sebagai masyarakat (2005: 73). Dengan kata lain, kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Unsur Kebudayaan

Menurut Basrowi (2005) ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat
ditemukan pada semua bangsa di dunia. Ketujuh unsur itu adalah:

Sistem religi

Religi merupakan keterikatan antara hati nurani seseorang dengan
Sang Pencipta. Kesadaran religius memberikan implikasi adanya perasaanperasaan khas pada diri manusia, yang mampu mengarahkan berbagai tingkah lakunya. Religiusitas manusia diekspresikan secara budaya dalam agama dan kepercayaan dengan berbagai ritual sekaligus menunjukkan taraf budaya. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula kepada ketenteraman.

Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)

Teknologi sebagai unsur kebudayaan memegang peranan yang
turut menentukan, karena perkembangan kebudayaan yang semakin maju memerlukan dukungan teknologi yang semakin meningkat. Selain itu visi kefilsafatan akan memandang teknik bukan hanya sebagai gejala materiil semata yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan jasmani, melainkan perlu dikembalikan kepada kedudukannya sebagai benar-benar unsur dari kebudayaan.

Sistem mata pencaharian hidup

Unsur mata pencaharian hidup mempunyai peran yang sangat
penting dalam kesatuan budaya. Banyak kreativitas manusia sebagai makhluk budaya dalam mengembangkan peradaban baru harus didukung oleh sekelompok manusia lain, yaitu yang menyediakan kebutuhan primer manusia. Arti aktivitas dalam mata pencaharian adalah adanya pekerjaan, jika ditinjau dari konteks budaya merupakan sebuah ciri penting kemanusiaan, setidaknya bagi orang dewasa. Pekerjaan merupakan wadah untuk membuktikan bakat-bakat dan cita-cita seorang manusia.

Sistem kemasyarakatan

Titik pangkal dari sistem kemasyarakatan adalah sistem kekerabatan dimana proses budayanya mengalami perubahan dan
perkembangan. Mulai dari sistem perbudakan sampai kepada sistem pemerintahan demokratis masing-masing menunjukkan bagaimana orang menciptakan aturan-aturan bermasyarakat, untuk mencapai tujuan kolektif maupun individual tertentu.

Bahasa

Bahasa merupakan komunikasi antar subjek. Pemakai bahasa dan
pendengar merupakan kesatuan sosial. Manusia dapat mempergunakan bahasa sebagai simbol, sehingga manusia dapat menjadi insan budaya.

Kesenian

Seni merupakan salah satu unsur eksistensi manusiawi, dari
masyarakat primitif sampai masyarakat yang berteknologi mutakhir. Masing-masing menghayati nilai estetika dalam suatu pengalaman estetik.

Pengalaman estetik akan tertera dalam berbagai ragam kesenian dan variasi yang menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan kultural.

Sistem pengetahuan

Sistem pengetahuan dalam unsur kebudayaan berkaitan dengan
sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Manusia tidak dapat menutup diri dari perubahan-perubahan akibat sains, teknologi dan informasi.

Pengetahuan berfungsi sebagai tameng karena dengan ilmu pengetahuan dalam arti luas, manusia dapat bersikap kritis, selektif, inovatif dan kreatif (Daeng, 2000).

Menurut Basrowi (mengutip simpulan Malinowski, 1961) menyebutkan ada 4 unsur pokok kebudayaan yaitu:

  1. Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya
  2. Organisasi ekonomi
  3. Alat-alat dan lembaga pendidikan
  4. Organisasi kekuatan (2005: 74).

Lebih lanjut sesuai dengan pernyataan Setiadi (mengutip simpulan
Herskovits, 1955) mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan yaitu:

  1. Alat-alat teknologi
  2. Sistem ekonomi
  3. Keluarga
  4. Kekuasaan politik (2006: 34-35).

Jenis Kebudayaan

Sistem kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis-jenis
kebudayaan yang berbeda. Menurut Setiadi, dkk. (2006) jenis kebudayaan ini dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

Kebudayaan material

Kebudayaan material yaitu kebudayaan yang berupa fisik, karena
berupa hasil fisik dari aktifitas dan perbuatan manusia dalam masyarakat. Sifatnya paling konkret antara lain hasil cipta, karsa, yang berwujud benda, barang alat pengolahan alam, seperti gedung, pabrik, jalan, rumah, dan sebagainya.

Kebudayaan non-material

Kebudayaan non-material yaitu kebudayaan yang sifatnya abstrak,
karena berupa ide-ide dan gagasan-gagasan manusia dalam masyarakat.

Kebudayaan non-material merupakan hasil cipta, karsa, yang berwujud kebiasaan, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Kebudayaan non-material antara lain: Volkways (norma kelaziman), Mores (norma kesusilaan), Norma Hukum, Mode (fashion).

Fungsi Kebudayaan

Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai
kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya.

Menurut Setiadi, dkk. (2006) kebudayaan memiliki peran sebagai berikut:

  1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.
  2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
  3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia.
  4. Pembeda manusia dan binatang.
  5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan.
  6. Pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
  7. Sebagai modal dasar pembangunan.

Wujud Kebudayaan

Ditinjau dari segi wujudnya, Koentjaraningrat (2000) berpendapat
bahwa kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud pertama kebudayaan ini adalah wujud ideal dari kebudayaan
yang sifatnya abstrak, tidak dapat diraba atau difoto. Lokasinya ada dalam kepala atau dengan kata lain dalam pikiran warga masyarakat di tempat kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Kebudayaan ideal ini juga bisa disebut adat tata kelakuan, maksudnya bahwa kebudayaan ideal itu juga berfungsi sebagai tata kelakuan yang mengatur, mengendalikan dan memberi arah kepada kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat. Wujud kedua disebut sebagai sistem sosial. Sistem sosial ini merupakan aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi dan bergaul.

Manusia sebagai kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud kebudayaan ini terdiri dari aktifitas-aktifitas manusia yang berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya yang terus-menerus menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sistem sosial ini bersifat konkret, terjadi di sekeliling kehidupan sehari-hari, dapat diobservasi, difoto dan didokumentasikan. Wujud ketiga kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud kebudayaan ini disebut juga kebudayaan fisik, aktivitas, perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat, sifatnya paling konkret dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan difoto.

Referensi:

Arief Jaka Wicakasana, 2013, Peranan Sanggar Soerya Soemirat….

Fungsi: Teori Unsur Pengertian Kebudayaan | Angga Prasetya | 4.5