Contoh Pantun Jenaka Melayu

Contoh Pantun Jenaka Melayu Minangkabau

Contoh Pantun Jenaka Melayu Minangkabau  – Salah satu kebiasaan atau tradisi orang Melayu, khususnya orang Minangkabau yang masih tampak lekat begitu kuat adalah tidak mau berterus terang. Terutama dalam dalam berbicara. Tidak berterus terang merupakan adab dan nilai tersendiri. Menurut etika atau tata nilai, mereka yang bicara terus terang adalah anak-anak yang belum mengerti dengan bahasa kiasan, lambang-lambang atau simbol-simbol, hanya baru tahu memakai bahasa untuk berkata-kata saja, belum sampai pada taraf seni bahasa, adab bahasa dan sopan santun. Orang yang bicara terus terang dianggap tidak beradat, tidak bertamaddun.
 pantun minangkabau

Contoh Pantun Jenaka Bahasa Melayu Minangkabau

1. Contoh Pantun Jenaka Bahasa Melayu Minangkabau Dalam Bentuk kucindan
Kucindan dalam dialog sehari-hari
-Lah bara urang anaknyo?
(Sudah berapa orang anaknya?)
+Baru anak lidah (Baru anak lidah), artinya belum punya anak seorangpun.
-Apo anaknyo? (Apa anaknya)
+Kundua (Kundur) maksudnya gemuk, bersih dan sehat seperti buah kundur
(Navis, 1986
2. Contoh Pantun Jenaka Bahasa Melayu Minangkabau  Dalam Bentuk Garah
Garah dalam bentuk pantun:
Tanah like bakupiek
Ditimpo tanah badarai
Nan alun diliek lah diliek
Kuciang jo mancik samo bakasai.
Tanah liat berkepiat
Ditimpa tanah berderai
Yang belum dilihat sudah dilihat
Kucing dan tikus sama berkasai
3. Contoh Pantun Jenaka Bahasa Melayu Minangkabau Dalam Bentuk Cimeeh
Cimeeh dalam bentuk pantun
Kuciang balang baranak balang
Bagolek-golek diateh niru
Urang gaek mancilok lamang
Luko bibienyo dek sambilu
Kucing belang beranak belang
Bergolek-golek di atas niru
Urang tua mencuri lemang
Luka bibirnya kena sembilu
Contoh Pantun Jenaka Dalam Bentuk Cimeeh sehari-hari
+Baa inyo kini?
Bagaimana dia sekarang?
-Maambuih nasi dingin.
Meniup nasi dingin. (sakit sesak nafas )
+Baa kok indak banyak bana kecek nyo kini?
Kenapa sekarang dia tidak banyak mulut?
-Dilapua ayam batino.
Diterjang ayam betina..(takut pada istri).
4. Dalam bentuk pantunteka-teki:
Biduak kaia mambao sapek
Sapek dijua nak rang Solok
Makan dilauik muntah didarek
Kok tahu cubolah takok.
Biduk kail membawa sepat
Sepat dijual orang Solok
Makan di laut muntah di darat
Kalau tahu cobalah terka
Demikian sedikit artikel tentang contoh pantun jenaka melayu yang mampu kami rangkum, semoga bermanfaat. Terima kasih.
Contoh Pantun Jenaka Melayu | Angga Prasetya | 4.5